Pada hari Kamis, 13 November 2025 , Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai menerima dua tim BPKP dengan objek audit yang berbeda. Setelah itu, diadakan rapat penting di ruang kerja Kepala Kantor yang dihadiri oleh kedua tim audit tersebut.
Tim pertama dipimpin oleh Nugraha Setyawidaputra, auditor perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara, sementara tim kedua diketuai oleh Galih Chandra Setiawan, pejabat pembuat komitmen dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW). Kedua tim membahas pelaksanaan Program PHCT ( Peningkatan Hasil Capai Pendidikan Terpadu ).
Hadir pula Kepala Seksi Pendidikan Islam ( Kasi Pendis ) Kementerian Agama Pulau Morotai, Mukmin Ali S.Pd., Kepala Tim Sistem Informasi dan Manajemen Madrasah (Katim SISFO Madrasah), Irwanto Harun S.Ag., M.Pd., serta pihak kontraktor pelaksana proyek.
Rapat ini merupakan bagian dari upaya strategis monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program PHCT yang berjalan di 16 titik madrasah di Provinsi Maluku Utara. Program ini merupakan kelanjutan dari usulan Kementerian Agama Pulau Morotai pada tahun 2024 yang mengajukan 18 titik lembaga pendidikan sebagai penerima manfaat, dengan realisasi mencapai 16 titik saat ini.
Peserta rapat membahas secara mendalam rencana pemantauan dan tahapan evaluasi program agar kualitas serta proses pembangunan sarana pendidikan sesuai dengan standar dan target yang telah ditetapkan. Hal ini penting mengingat banyak sarana madrasah mengalami kerusakan bangunan dari kategori sedang hingga berat.
Kriteria utama lembaga penerima manfaat adalah harus terdaftar resmi di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, memiliki izin operasional yang sah, serta kondisi fisik sarana pendidikan menjadi prioritas perbaikan berdasarkan data faktual yang tercatat dalam laman EMIS (Education Management Information System) .
Laman EMIS memuat data lengkap seperti jumlah siswa, jumlah rombongan belajar (rombel) , jumlah guru, serta kondisi sarana dan prasarana madrasah. Data ini menjadi dasar tim pengelola program dalam menentukan prioritas dan alokasi anggaran, mendukung keberhasilan Program PHCT.
Sebagai program peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Provinsi Maluku Utara, pelaksanaan PHCT memerlukan sinergi erat dari pengawas, pengelola program, aparat teknis Kementerian Agama, hingga pelaksana proyek di lapangan. Rapat ini diharapkan memperkokoh koordinasi dan memperjelas langkah strategis agar manfaat program dapat maksimal.
Selama diskusi, tim auditor BPKP memberikan masukan mengenai mekanisme kontrol dan pelaporan yang harus transparan dan akuntabel untuk menjaga integritas serta kualitas pelaksanaan program serta mencegah masalah administratif dan teknis selama proyek.
Dengan monitoring dan evaluasi yang berhasil, Program PHCT diharapkan berjalan optimal, memberikan dampak nyata berupa peningkatan sarana pendidikan yang layak, mendukung proses belajar mengajar efektif, dan meningkatkan mutu pendidikan madrasah.