MOROTAI — (Humas Kemenag Morotai) — Kejaksaan Negeri Kabupaten Pulau Morotai bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai memperkuat langkah deteksi dini terhadap potensi paham keagamaan menyimpang melalui rapat koordinasi pemetaan dan pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat (PAKEM), Jumat (19/12/2025) pagi.

Rapat yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Pulau Morotai berlangsung di Aula gedung Penyelenggaraan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Pulau Morotai, yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Musanif Sibua, S.Ag., MM. Kegiatan tersebut melibatkan unsur lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, Badan Kesbangpol, unsur intelijen, hingga pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dalam arahannya, H. Musanif Sibua menegaskan bahwa upaya antisipasi terhadap paham keagamaan yang bertentangan dengan tuntunan ajaran agama, baik Muslim maupun non-Muslim, harus dilakukan secara terukur dan mengedepankan pendekatan persuasif.

“Setiap persoalan keagamaan perlu disikapi secara arif dan bijaksana melalui dialog serta koordinasi lintas instansi, agar penyelesaiannya tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Musanif.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai, Kristanto Trinoviandri, S.E., S.H., M.H., menekankan bahwa pengawasan aliran keagamaan merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.

“Pengawasan melalui forum PAKEM bukan untuk membatasi kebebasan beragama, melainkan memastikan kehidupan beragama berjalan sesuai hukum dan nilai toleransi demi menjaga persatuan dan stabilitas sosial,” kata Kristanto.

Ia menambahkan, sinergi antara Kejaksaan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta aparat keamanan menjadi kunci dalam melakukan pemetaan dan deteksi awal terhadap potensi konflik berbasis keagamaan.

Rapat koordinasi PAKEM ini merupakan bagian dari pembinaan ketenteraman kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Pulau Morotai. Para peserta sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor guna menjaga harmoni serta kerukunan umat beragama di wilayah tersebut.